Gadis kecil itu sedang
bersiap-siap ke sekolah, ia menghabiskan sarapan paginya penuh semangat. Hari
ini adalah hari dimana ia harus berbicara tentang ayah. Ibu kelihatan kuatir
karena tahu apa yang hadapi putrinya nanti. Ia berbisik agar si kecil yang ceria
tak usah masuk sekolah saja hari ini, tetapi si anak berkuncir dua itu hanya
tertawa dan berkata ini’ ”ini kesempatan memberitahu teman-temanku siapa
sebenarnya ayahku, ibu”
Mereka tiba di ruang pertemuan
sekolah. Ruangan itu ramai dengan para ayah yang menemani putra-putri mereka,
malah beberapa dari ibu mereka juga ikut mendampingi. Hanya si gadis kecil yang
duduk bersama ibunya. Ibunya menunduk menyembunyikan kegalauan sementara si
putri sibuk menyapa teman-temannya dengan riang.